Cara
buat laporan kejadian Satpam
Laporan
kejadian dibuat apabila ada kejadian tertentu atau kejadian khusus.
Hal
ini merupakan salah satu kemampuan dan
keahlian yang perlu dimiliki oleh
anda sebagai seorang Satpam saat bertugas. Meskipun anda telah
menyampaikan
laporan secara lisan, akan
tetapi juga sangat penting jika anda
membuat laporan secara tertulis. Berbeda
dengan laporan secara lisan, dalam
laporan tertulis anda harus menggunakan
tata bahasa dan kalimat yang
sesuai dengan perusahaan anda serta
harus bisa memilah mana yang perlu
dilaporkan dan mana yang tidak. Laporan
tertulis yang anda buat merupakan
bahan yang dapat anda berikan
jika suatu saat perusahaan tempat
anda atau pihak kepolisian menginginkan
laporan detail mengenai peristiwa
tersebut.
Berikut ini beberapa cara dalam menulis laporan kejadian saat
bertugas sebagai satpam :
- Sampaikan fakta kejadian yang benar dan data yang akurat Laporan yang anda buat sebaiknya hanya menyampaikan fakta kejadian saja serta menggunakan data yang akurat. Oleh karena itu anda tidak menambahkan dengan hal-hal lain yang tidak ada hubungannya dengan kejadian dalam laporan. Hal ini sangat penting agar laporan anda dapat dipercaya dan dapat dijadikan dasar untuk pengambilan keputusan oleh pengguna laporan anda.
- Menggunakan format 5W dan 1H Agar laporan anda mudah untuk dimengerti, sebaiknya anda menggunakan format 5 W dan 1H . Bagi anda yang belum familiar dengan format tersebut.
- Yang dimaksud dengan 5W dan 1H adalah dalam laporan yang anda buat harus mencakup:
Who
(Siapa) : Siapa pelaku atau siapa yang
mengalami kejadian;
What
(Apa) : Apa yang terjadi secara detail
dalam kejadian tersebut;
When
(Kapan) : Kapan waktu terjadinya
kejadian;
Where
(Dimana) : Dimana lokasi terjadinya
kejadian;
Why
(Kenapa) : Kenapa kejadian tersebut
terjadi;
How
(Bagaimana) : Bagaimana kejadian
tersebut bisa terjadi.
No comments:
Post a Comment